Fadli Wahda : Jaga Keselamatan Kerja di Bulan Suci Ramadan
redaksiindonesiatimur_redaksi | February 24, 2026 | 0 | Berita
Halsel – Di bulan suci Ramadan, ritme kerja di industri pertambangan dan smelter tidak berhenti, tetapi cara pekerja menjaga energi dan fokus sering kali berubah. Jam istirahat terasa lebih berharga, komunikasi antar rekan kerja menjadi lebih penting, dan kesadaran terhadap risiko kelelahan (fatigue) ikut meningkat. Di tengah situasi itu, menjaga kesehatan dankeselamatan kerja menjadi tanggung jawab bersama setiap insanindustri yang tinggi risiko ini.
Hal tersebut tercermin dari perjalanan Fadli Wahda, atau yang akrab disapa Akha. Lulusan S1 Teknik PertambanganUniversitas Muhammadiyah Ternate ini memulai kariernyasebagai petugas keselamatan kerja di Buli, Halmahera Timur, pada 2018. Dari sana ia belajar bahwa keselamatan bukan hanyasoal prosedur, tetapi kebiasaan membaca kondisi tubuh dansituasi lapangan.
Pengalaman itu ia bawa saat bergabung dengan Harita Nickel di Pulau Obi pada Oktober 2019 sebagai Field Safety. Pada faseawal konstruksi yang padat, ia menghadapi aktivitas alat berat, pekerja lintas kontraktor, dan tekanan target kerja. Di tengahdinamika tersebut, Akha menyadari bahwa mengingatkan rekankerja untuk beristirahat sejenak atau tidak memaksakan diri saatlelah adalah bagian dari menjaga keselamatan.
“Tidak cukup hanya ceklis. Kita harus memastikan teman-temantetap fokus dan sadar batas tubuhnya, apalagi saat pola tidurberubah karena puasa,” ujarnya.
Kepercayaan datang pada 2021 ketika ia diangkat menjadiForeman. Dalam peran ini, ia mulai lebih aktif mengajak timmengatur pola istirahat, menjaga asupan saat sahur dan berbuka, serta berani melapor jika kondisi fisik menurun. Baginya, budaya keselamatan lahir dari saling mengingatkan, bukansekadar instruksi.
Sejak September 2025, Akha dipercaya sebagai Occupational Health & Safety (OHS) Monitoring Supervisor. Timnya pun sudah menilai Akha mampu menerjemahkan kebijakankeselamatan menjadi praktik sederhana yang mudah dipahami di lapangan.
Pandangan serupa disampaikan Koordinator KonsorsiumAdvokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara, Muchlis Ibrahim. Menurutnya, menjaga kesehatan dan keselamatan kerja selamaRamadan merupakan bagian penting agar para pekerja tambangdan smelter tetap optimal menjalankan tugasnya.
“Keselamatan kerja di Maluku Utara tidak boleh kendor di bulansuci. Justru ini momentum untuk saling menjaga, agar para karyawan bisa bekerja dengan baik dan kembali berkumpulbersama keluarga tercinta saat Hari Raya Idulfitri,” ujarMuchlis.
Di tengah Ramadan, kisah Akha mengingatkan bahwakeselamatan kerja bukan hanya soal aturan, tetapi kesadarankolektif untuk mengelola kesehatan dan rasa lelah atau fatigue. Sebab pada akhirnya, tujuan setiap pekerja sama: pulang denganselamat, membawa harapan bagi keluarga yang menunggu di rumah.




