Menyasar Dampak Tumpahan Minyak BBM di Laut Perairan Ternate

redaksiindonesiatimur_redaksi | April 11, 2022 | 0 | Daerah

Bahan bakar minyak diduga jenis Pertamax dan Solar kembali tumpah dan mencemari laut di Perairan Pulau Ternate, Maluku Utara. Tumpahan minyak itu ditemukan tepatnya di wilayah pesisir Pantai Jambula.

Kondisi itu menyebabkan wilayah pesisir pantai setempat dipenuhi minyak. Tumpahan BBM diduga jenis tersebut baru diketahui pada Rabu 6 April 2022, sekitar pukul 22.00 Waktu Indonesia Timur.

Fahri Robo, warga Kelurahan Jambula, menduga tumpahan minyak itu berasal dari salah satu kapal pengangkut BBM yang berlabuh di depan dermaga Terminal PT Pertamina setempat.

“Ada dua kapal, yang menyuplai minyak jenis Pertamax dan Solar. Salah satunya Kapal Sumi menyuplai minyak Pertamax dan Kapal Latomas menyuplai minyak Solar,” kata Fahri, yang juga Ketua Pemuda Kelurahan Jambula, ketika disambangi, Kamis 7 April 2022.

Ia menyebutkan, tumpahan minyak milik PT Pertamina di Jambula ini sudah terjadi dua kali.

“Sebelumnya pada tahun 2013,” sambungnya.

Tumpahan minyak pada tahun 2013 disebabkan oleh ombak besar yang menghantam kapal pengangkut BBM MT Patriot Andalan sehingga merusak kapal dan dermaga.

Dampak Tumpahan Minyak

Tumpahan minyak BBM ini akan mempengaruhi ekosistem pesisir dan laut. Dampaknya bisa mempengaruhi keberlangsungan terumbu karang, lamun, mangrove, serta biota laut lainnya yang berada di wilayah pesisir perairan tersebut.

“Kami minta pihak PT Pertamina Jambula cepat menangani tumpahan minyak ini sebelum berdampak luas terhadap lingkungan laut sekitar,” lanjut Fahri.

Ekosistem pesisir dan laut memiliki fungsi dan peran yang sangat penting secara ekologi, ekonomi dan juga sosial budaya. Secara ekologi, ekosistem ini merupakan tempat atau daerah perkembangbiakan, penyedia habitat dan makanan untuk organisme dewasa serta mendukung jejaring makanan bagi ekosistem ataupun habitat lain di sekitarnya. Adanya tumpahan minyak ini tentunya akan mempengaruhi peruntukan sistem-sistem tersebut.

Fuel Manager atau Manajer Bahan Bakar PT Pertamina Jambula Shades Panggandheng mengatakan, tumpahan minyak di lokasi pantai setempat sedang dalam pengecekan.

“Jadi kita belum bisa memastikan kebocoran pipa dari mana ke mana,” jelasnya.

Ia menyatakan, saat ini pihak PT Pertamina di Jambula belum bisa mengambil keputusan.

“Sementara ini, yang kita lakukan hanya penanggulangan (pencemaran). Dan yang paling jelas akan disampaikan oleh Tim Region (PT Pertamina Regional Papua Maluku),” katanya.

Sumber: KieRaha

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Recent Comments

    Archives

    Categories