Prevalensi Stunting Halmahera Selatan Tembus 33,4 Persen, Dinkes Genjot Imunisasi dan Aktivasi Posyandu

redaksiindonesiatimur_redaksi | April 20, 2026 | 0 | Daerah , Kesehatan

LABUHA – Masalah gizi dan tumbuh kembang anak di Kabupaten Halmahera Selatan masih menjadi tantangan serius. Hingga April 2026, angka prevalensi stunting di wilayah ini tercatat berada di level mengkhawatirkan, yakni mencapai 33,4 persen.

Kepala Dinas Kesehatan Halmahera Selatan, Asia Hasyim, mengungkapkan bahwa tingginya angka tersebut merupakan akumulasi dari banyaknya balita yang mengalami keterlambatan pertumbuhan, terutama mereka yang memiliki tinggi badan di bawah standar usia.

“Balita dengan kategori tubuh pendek masuk dalam pendataan stunting. Secara akumulasi, angkanya memang cukup tinggi, mencapai 33 persen lebih,” ujar Asia Hasyim kepada wartawan usai membuka Pelatihan Imunisasi di Hotel Buana Lipu, Bacan Selatan, Senin (20/4).

Sebagai langkah intervensi, Dinas Kesehatan kini fokus pada optimalisasi program imunisasi di seluruh desa. Asia menegaskan bahwa imunisasi adalah instrumen vital untuk melindungi balita dari berbagai penyakit infeksi yang secara langsung dapat menghambat proses pertumbuhan.

Ia menyebutkan, penyakit seperti campak, diare, dan polio seharusnya sudah bisa dieliminasi. Namun, rendahnya cakupan imunisasi di sejumlah titik masih menjadi kendala utama yang berdampak pada kontrol berat badan dan tumbuh kembang anak.

“Masih banyak balita yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Hal ini berdampak buruk karena saat anak sering sakit, tumbuh kembangnya menjadi tidak terkontrol dan berisiko jatuh pada kondisi stunting,” jelasnya.

Selain memperkuat deteksi dini bagi ibu hamil dan balita, Dinkes Halmahera Selatan juga melakukan revitalisasi peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di tingkat desa. Pelatihan khusus diberikan kepada pengelola program agar mampu melakukan intervensi lebih cepat dan tepat sasaran.

“Posyandu harus kembali aktif secara total. Kami mendorong tenaga kesehatan di lapangan untuk mengejar target cakupan imunisasi dan memastikan tidak ada balita yang terlewat dalam pemantauan,” tegas Asia.

Langkah masif ini diharapkan mampu menekan angka prevalensi secara bertahap demi mewujudkan generasi Halmahera Selatan yang lebih sehat dan bebas stunting di masa depan.

Related Posts

Archives

Categories