Wisata Maritim Maluku Utara lewat Festival Kampung Nelayan Tomalou

redaksiindonesiatimur_redaksi | February 5, 2020 | 0 | Pariwisata

Tujuan wisata Kampung Nelayan Tomalou, menjadi salah satu kawasan wisata yang sangat direkomendasikan untuk dikunjungi wisatawan, saat ke Mauluku Utara. Pemandangan pesisir pantainya sungguh memanjakan mata.

Untuk menarik minat wisatawan ke Maluku Utara, dihelatlah Festival Kampung Nelayan Tomalou (FKNT). Acara tersebut ternyata dinantikan oleh wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

Acara yang dihelat oleh Generasi Ngofa se Dano (anak dan cucu) Kampung Nelayan Tomalou itu berlangsung pada 15-23 Februari 2020 di Kelurahan Tomalou. Perhelatan ini dikelola bersama secara gotong royong oleh masyarakat, serta berkolaborasi dengan sejumlah pihak terkait.

“FKNT merupakan upaya nyata untuk menggugah kembali kearifan dan pengetahuan kemaritiman leluhur Tomalou yang terkenal sebagai nelayan dan pelaut tangguh

dengan sejarah panjang kejayaan armada lautnya,” tutur Ketua Panitia Ismanto M Saleh,

Wilayah Tomalou memiliki luas 173,38 Ha, dengan jumlah penduduk 3.080 jiwa. Tomalou tercatat memiliki 16 armada tangkap 30 gross tonnage (GT), yang terdiri dari 12 kapal Inka Mina dan 4 Kapal Nelayan Bakti di 2019.

Sedangkan perahu tanpa motor adalah sebanyak 31 unit, perahu dengan motor 65 unit dan kapal motor sebanyak 24 unit. Hingga 2019, terdapat 175 jumlah rumah tangga perikanan, dengan total produksi tangkap sebanyak 3.560 ton per tahun.

Selain kejayaan maritim, Kampung Nelayan Tomalou menyimpan kekayaan budaya dengan kekuatan kearifan lokal dan filosofi hidup. Di sana masyarakatnya masih menerapkan warisan peradaban Kesultanan Tidore yang bernilai tinggi.

Keseluruhan potensi yang mumpuni ini diharapkan dapat memberikan kekuatan dan inspirasi, khususnya dalam pelaksanaan seluruh rangkaian acara pada FKNT 2020.

“Event ini diyakini akan mendorong kreativitas, inovasi dan produktivitas masyarakat sebagai nelayan modern. Sekaligus menggalang kampanye dan gerakan mencintai dan melestarikan sumberdaya kelautan,” terang Ismanto.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent Comments

    Archives

    Categories