Pemkot Ternate Bongkar Belasan Rumah di Makassar Timur Meski Akui Ada Penolakan

redaksiindonesiatimur_redaksi | March 4, 2022 | 0 | Daerah , Hukum

Ternate, Hpost – Sebanyak 14 rumah warga di Kelurahan Makassar Timur, Kota Ternate, Maluku Utara yang terdampak proyek penataan kawasan kumuh dalam program KOTAKU, dibongkar.

Pada Kamis, 03 Maret 2022, puluhan rumah itu dibongkar Petugas Gabungan Satpol PP dan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Ternate.

Iming-iming pemkot dalam membebaskan lahan warga tersebut, dengan panjang 197 meter dan lebar 5 meter ini, rencananya digunakan untuk membuka akses jalan.

Kepala Bidang Perkim dan Pengendalian Lingkungan Disperkim Ternate, Rosita Tauda, mengatakan pihaknya telah menyampaikan pemberitahuan kepada warga terdampak penataan.

“Pembongkaran yang dilakukan petugas gabungan sesuai tahapan koordinasi dengan warga setempat. Karena sebelum dibongkar, kami telah menyampaikan surat pemberitahuan kepada warga terdampak pada bulan lalu untuk mengosongkan bangunan,” kata Rosita, Kamis 03 Maret 2022.

Rosita mengaku, sejumlah warga sebelumnya menolak penataan tersebut, beberapa di antaranya masih menyoal ahli waris dari tanah yang terdampak itu.

Kendati demikian, ia mengaku Pemkot telah menyelesaikan seluruh biaya ganti rugi semua warga terdampak, termasuk sejumlah warga yang sebelumnya menolak.

“Ada beberapa warga yang sempat melakukan penolakan kemudian mengajukan gugatan ke pengadilan, namun gugatan tersebut ditolak,” ungkapnya.

“Itu masalah internal, soal siapa yang menerima uang ganti rugi, karena ada ahli waris. Uang ganti rugi yang belum diterima itu tidak dititipkan di pengadilan,” lanjut Rosita.

Ia membeberkan, total biaya ganti rugi yang dialokasikan adalah Rp 5,9 miliar, yang diterima setiap warga bervariasi, sesuai volume bangunan masing-masing.

“Ada yang terima Rp, 600 juta, ada juga Rp, 300 juta. Pembagiannya tidak merata karena sesuai dengan besaran volume lahan warga,” ucapnya.

Lurah Makassar Timur, Fauzan Ramon mengaku, pembongkaran yang dilakukan sudah sesuai kesepakatan. Menurutnya, beberapa waktu lalu, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan warga terdampak untuk sepakati pembongkaran tersebut.

Sumber: Halmahera Post

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Recent Comments

    Archives

    Categories