Imunisasi di Maluku Utara Tak Capai 90 Persen, Virus Rubela Dikhawatirkan Bisa Mewabah

redaksiindonesiatimur_redaksi | May 18, 2022 | 0 | Kesehatan

Ternate, malutpost.id – Cakupan imunisasi campak rubela pada bayi di Maluku Utara masih sangat rendah. Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara mencatat sejak 2018-2021 realisasi imunisasi Measles Rubella (MR) atau campak rubela berada di bawah angka 95 persen atau cakupan nasional yakni 76,1 persen (2018), 82 persen (2019), 71,6 persen (2020), dan 64,6 persen (2021).

Sedangkan cakupan pada batita/baduta adalah 40,8 persen (2018), 56,3 persen (2019), 46,3 persen (2020), dan 34,1 persen (2021).  Untuk cakupan imunisasai dasar lengkap atau IDL 76,3 persen (2017), 77,1 persen (2018), 81,0 persen (2019), 68,0 persen (2020), 81,0 persen (2021).

“Angka ini terlihat tidak pernah mencapai target sehingga masih perlu strategi-strategi agar bisa menaikkan cakupan serta menjangkau semua sasaran termasuk di antaranya dengan melakukan imunisasi kejar dan pemberian imunisasi tambahan campak rubela,”kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Malut, dr. Rosita Alkatiri dalam pertemuan koordinasi lintas sektor program organisasi profesi, jejaring layanan imuniasi dalam rangka bulan imunisasi nasional (BIAN) 2022 di Hotel Safirna, Kota Ternate, Kamis (12/5/2022).

Menurut Rosita, pandemi Covid-19 menjadi salah satu penyebab turunnya cakupan imunisasi rutin sehingga berdampak terjadinya kejadian luar biasa atau KLB PD3I (penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi) seperti campak, rubela dan difteri di beberapa wilayah di Indonesia.

Dikatakannya, pemberian imunisasi ini sangat penting bagi anak karena dapat mencegah penyakit menular seperti campak, rubela, diferi, pertusis, tatanus, hepatitis B, dan polio. Penyakit tersebut sangat menular (infeksius) dan dapat mengakibatkan kematian.

“Indonesia berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak-rubela/Congenital Rubella Syndrome (CRS) pada tahun 2023, mempertahankan bebas polio dan mewujudkan dunia bebas polio pada tahun 2026,” jelasnya. Sementara Koordinator UNICEF Maluku Utara Irwan Mustafa menuturkan, pertemuan yang didanai oleh UNICEF selama dua hari tersebut bertujuan, adanya pemahaman yang sama dari semua eleman dalam mendukung pelaksanaan kegiatan BIAN 2022 di Maluku Utara.” Membantu dalam sosialisasi dan edukasi kemasyarakat terkait kegiatan  BIAN,”pungkasnya. Kegiatan tersebut dihadiri oleh kepala dinas kesehatan seluruh kabupaten/kota di Malut, pimpinan Kemenag Malut, Majelis Ulama Indonesia Maluku Utara dan Kota Ternate serta Aliansi Jurnalis Independen Ternate.

Sumber: Malutpost

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Recent Comments

    Archives

    Categories